Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Januari 2015

MISTERI KECELAKAAN PESAWAT AIR ASIA



Kecelakaan yang dialami oleh AirAisa QZ8501 menambah panjang deretan kecelakaan pesawat tahun ini. Sebelumnya, ada beberapa kecelakaan pesawat yang juga terjadi di belahan dunia sepanjang 2014.

Tak pelak, insiden yang dialami oleh AirAsia QZ8501 sangat mengejutkan, karena pesawat diketahui masih baru dan pilotnya pun memiliki jam terbang tinggi. Sementara penyebab kecelakaan pun belum bisa diketahui karena upaya evakuasi jenazah masih berlangsung.

Tim Basarnas masih melakukan pencarian atas 162 orang yang berada di pesawat yang dinyatakan hilang pada Minggu 28 Desember 2014 lalu itu. Sedangkan kotak hitam akan segera dicari oleh tim pencari.

Kecelakaan yang dialami oleh QZ8501, seperti menjadi penutup insiden penerbangan di 2014. Beberapa kecelakaan pesawat yang terjadi sepanjang tahun 2014 antara lain:

11 Februari: kecelakaan sebuah pesawat Lockheed C-130 Hercules milik Angkatan Udara Aljazair yang membawa 74 penumpang dan 4 awak jatuh di pegunugan Djebel Fertas. Dikatakan bahwa cuaca buruk di sekitar kawasan Oum El-Bouaghi yang bergunung-gunung sebagai penyebab utama kecelakaan.

8 Maret: Malaysia Airlines penerbangan MH370 hilang dengan 239 orang di atas pesawat, dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.

14 Juni: Pesawat angkut militer Ukraina ditembak jatuh di Bandara Luhansk dengan menewaskan 49 orang di dalamnya.

17 Juli: Malaysia Airlines MH17 yang tengah terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Pesawat ini ditembak sampai menewaskan 298 orang di dalamnya. kecelakaan pesawat yang dituduhkan sebagai buah perbuatan separatis Ukraina.

7 Juli: Sebuah helikopter militer jatuh di dekat ibukota Vietnam, Hanoi, menewaskan 16 orang.

14 Juli: Lima orang tewas ketika sebuah helikopter militer Kamboja jatuh di pusat latihan terbang dekat Phnom Penh.

23 Juli: Pesawat maskapai Taiwan, TransAsia Airways, nomor penerbangan 222 jatuh karena cuaca buruk selagi terbang dari Kaohsiung ke Pulau Penghu. Dari 58 orang yang menumpangi pesawat ini, 10 orang selamat.

24 Juli:  Sebuah pesawat maskapai Air AlgĂ©rie, MD-83, jatuh di Mali, menewaskan semua dari 116 orang di dalamnya, 110 penumpang dan enam awak Spanyol karena cuaca buruk.

10 Agustus: Pesawat maskapai Iran, Sepahan Airlines, nomor penerbangan 5915 jatuh hanya beberapa saat setelah tinggal landas. 39 orang dari 48 penumpang dan awaknya meninggal dunia karena terbakar.

28 Desember: Pesawat AirAsia QZ8501, sebanyak 155 penumpang dan tujuh awak berada di atas pesawat. Evakuasi terus dilakukan, sebanyak 60 jenazah telah ditemukan. Diduga pesawat jatuh karena buruknya cuaca.
Semoga dapat mengambil hikmah dari semua peristiwa tersebut.

Minggu, 19 Agustus 2012

Tips Menu Sehat Saat Lebaran

Tak terasa sudah satu bulan umat Islam menjalani ibadah puasa. Kini saat yang dinanti tiba. Hari Raya Idul Fitri datang sebagai hari kemenangan. Silaturahmi, berkumpulnya sanak saudara, dan aneka hidangan lezat siap santap selalu identik dengan lebaran. Tapi ingat, kesehatan harus tetap dijaga agar dapat menjalani lebaran dengan nyaman. Berikut ini tips yang bisa diikuti dari Ahli Kedokteran Keluarga Prof Dr dr Anies, MKes, PKK.
Selama masa lebaran, kesibukan yang khas setiap tahun akan selalu mewarnai.Keluhan yang sering muncul dalam suasana seperti ini, antara lain kelelahan, gangguan kesehatan berupa sariawan, sakit perut, serta hidangan lebaran yang cenderung kurang vitamin.
Namun mestinya dalam suasana seperti ini pun tak perlu mengganggu kesehatan. Prinsipnya, lebih baik mencegah daripada mengobati. Lalu, upaya apa yang perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya “penyakit saat lebaran” ?
Meskipun hidangan lebaran itu berbeda-beda antara daerah satu dengan yang lain, tetapi umumnya mempunyai kesamaan dalam cita rasa. Biasanya berupa makanan yang lezat, yang gurih dan manis. Karena itu tentu banyak mengandung  protein, lemak dan gula.
Dalam suasana lebaran seperti ini, hidangan khas yang banyak disajikan umumnya opor ayam lengkap dengan ketupatnya, lodeh dengan santan yang kental, sambal goreng, rendang dan sebagainya. Telah menjadi kewajiban sosial di hari lebaran untuk saling mengunjungi dan mencicipi hidangan khas lebaran yang tinggi kalori, berlemak dan manis-manis. Belum lagi aneka makanan kecil, cake, kue-kue kering dan berbagai minuman manis. Makanan dan minuman seperti ini hampir selalu disajikan di setiap rumah. Sewaktu berkunjung dalam rangka silaturahim, tentu tidak mungkin menolak untuk mencicipinya.
Tidak mengherankan kalau dalam suasana seperti ini, bila tidak terkontrol badan semakin gemuk, tekanan darah tinggi dan kencing manis kumat kembali. Seringkali kadar kolesterol darah, LDL (low density lipoprotein) kolesterol maupun trigliserida meningkat. Sementara itu aktivitas fisik relatif lebih terbatas, sehingga perlu waspada bagi pengidap penyakit jantung koroner, terutama bagi yang sebelumnya telah mempunyai riwayat mengidap penyakit tersebut.
Bagi yang tidak mengidap sesuatu penyakit pun terdapat kecenderungan menderita kekurangan vitamin, sehingga selaput lendir mulut cenderung pecah-pecah. Kadang-kadang gusi sampai berdarah. Hal ini terjadi karena dapur beristirahat, hidangan lebaran selalu dihangatkan sebelum disantap. Di samping itu, makanan yang mengandung lemak tinggi serta aktivitas fisik seperti olahraga yang berkurang, sering menimbulkan keluhan sembelit.

Mengubah Pola Menu

Untuk itu, kita perlu mengubah pola menu lebaran. Menu lebaran dapat dibuat lebih bervariasi, bukan hanya menu tradisional khas lebaran seperti di atas. Misalnya menghidangkan pula gado-gado lengkap. Atau menambahnya dengan sayuran segar sebagai lalapan. Di samping dapat mencukupi kebutuhan vitamin yang terbuang akibat proses penghangatan yang terus menerus, juga mencegah timbulnya sembelit.
Atau  buatlah hidangan lebaran yang agak lain dari biasa. contohnya menghidangkan buah-buahan segar yang langsung dikupas dari kulitnya, sebagai pengganti cake dan aneka kue.Demikian pula sari buah, baik pula untuk mengganti berbagai minuman manis.
Pada saat lebaran berbagai keluhan kesehatan sering muncul,akibat gangguan pencernaan, mulai dari sariawan, sakit perut, sembelit sampai diare seperti dikeluhkan di awal tulisan ini. Bahkan mereka yang yang mempunyai riwayat penyakit kencing manis (diabetes mellitus) kadar gula darah seringkali meningkat dengan pesat. Demikian pula ada sebagian yang mempunyai riwayat penyakit rematik dengan asam urat tinggi.
Berat badan pun meningkat dengan pasti. Bagi yang mempunyai kecenderungan, bisa saja kolesterol dan tekanan darah meningkat dengan cepat. Bukan mustahil, gejala stroke yang bermanifestasi sebagai lumpuh separuh, gangguan bicara dan sebagainya, dapat terjadi sewaktu-waktu.
Satu hal yang hampir pasti, hidangan lebaran berpotensi menyebabkan orang menderita kekurangan vitamin. Memang praktis, opor ayam atau sayur lodeh misalnya, sebelum disantap cukup dihangatkan. Bahkan makin lama rasanya makin lezat. Namun, hidangan yang demikian sudah kehilangan sejumlah vitamin. Proses memasak yang lama dan berkali-kali, yaitu setiap kali akan dihidangkan, praktis seluruh vitamin yang larut dalam air, vitamin B dan C, akan hilang atau berkurang.
Hidangan lebaran yang praktis telah kehilangan banyak vitamin itu sesungguhnya dapat diimbangi dengan menu pendamping, misalnya gado-gado lengkap. Atau dengan cara menambahkan lalapan yang berupa sayuran atau buah-buahan segar.
Lalapan dapat berupa irisan tomat, kacang panjang dan sebagainya. Jangan lupa, selalu tersedia buah-buahan segar untuk pelengkap menu lebaran, sebagaimana dikemukakan di atas. Buah-buahan segar yang dikupas dari kulitnya dan langsung dimakan, mampu membantu mencukupi kebutuhan vitamin.sementara itu hidangan cukup lezat dan sehat. Hal ini mengurangi kemungkinan timbulnya “penyakit saat lebaran”.

Makna Idul Fitri




Idul Fitri adalah hari raya yang datang berulangkali setiap tanggal 1 Syawal, yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya kata fitri di sini diartikan “berbuka” atau “berhenti puasa” yang identik dengan makan minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri disambut dengan makan-makan dan minum-minum yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

Terminologi yang Salah
Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna idul fitri sendiri juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Idul Fitri seharusnya dimaknai sebagai ‘Kepulangan seseorang kepada fitrah asalnya yang suci‘ sebagaimana ia baru saja dilahirkan dari rahim ibu. Secara metafor, kelahiran kembali ini berarti seorang muslim selama sebulan melewati Ramadhan dengan puasa, qiyam, dan segala ragam ibadahnya harus mampu kembali berislam, tanpa benci, iri, dengki, serta bersih dari segala dosa dan kemaksiatan.

Makna Idul Fitri yang Asli
Idul Fitri berarti kembali kepada naluri kemanusiaan yang murni, kembali kepada keberagamaan yang lurus, dan kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak Islami, Inilah makna Idul Fitri yang asli.

Kesalahan Besar
Adalah kesalahan besar apabila Idul Firi dimaknai dengan ‘Perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum‘ sehingga tadinya dilarang makan di siang hari, setelah hadirnya Idul Fitri akan balas dendam, atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat yang tadinya dilarang dan ditinggalkan kemudian. Karena Ramadhan sudah usai maka keniaksiatan kembali ramai-ramai digalakkan.
Ringkasnya kesalahan itu pada akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yang shaleh mustman, bukan umat yang berupaya mempertahankan kefitrahan dan nilai ketaqwaan.
Ketika merayakan Idul Fitri setidaknya ada tiga sikap yang harus kitapunyai, yaitu:
  1. Rasa penuh harap kepada AllahSWT (Raja’). Harap akan diampuni dosa-dosa yang berlalu. Janji Allah SWT akan ampunan itu sebagai buah dari “kerja keras” sebulan lamanya menahan hawa nafsu dengan berpuasa.
  2. Melakukan evaluasi diri pada ibadah puasa yang telah dikerjakan. Apakah puasayang kita lakukan telah sarat dengan makna, atau hanya puasa menahan lapar dan dahaga saja Di siang bulan Ramadhan kitaberpuasa, tetapi hati kita, lidah kita tidak bisa ditahan dari perbuatan atau perkataari yang menyakitkan orang lain. Kita harus terhindar dari sabda Nabi SAW yang mengatakan banyakorangyang hanya sekedar berpuasa saja: “Banyak sekali orang yang berpuasa, yang hanya puasanya sekedar menahan lapar dan dahaga“.
  3. Mempertahankan nilai kesucian yang baru saja diraih. Tidak kehilangan semangat dalam ibadah karena lewatnya bulan Ramadhan, karena predikat taqwa sehantsnya berkelanjutan hingga akhir hayat. Firman Allah SWT: “Hai orang yang beriman, bertagwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kati kamu mati melainkan dalam keadaan ber-agama Islam ” (QS. Ali Imran: 102).
Sumber : Lembar Risalah An-Natijah No. 39/Thn. XIII  -  26 September 2008

Jumat, 17 Agustus 2012

Sedihnya Berpisah Dengan Ramadhan


Sedihnya Berpisah Dengan Ramadhan

Ramadhan sudah di penghujung bulan. Dalam hitungan hari kita akan berpisah dengan Ramadhan. Bulan mulia yang penuh barokah dan ampunan. Apakah kita telah memanfaatkan Ramadhan dengan sebaiknya? Atau malah ‘memperlakukan’ Ramadhan seperti bulan biasanya? Shalat kita mungkin tak beda dengan saat shalat selain Ramadhan, shaum kita tak sempurna, shadaqah kita dihiasi dengan sikap riya’,ujub, dan amalan lainnya yang kita khawatir sia-sia belaka. Naudzubillah min dzalik. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah Swt. yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikanNya. Memanfaatkan Ramadhan sebaik mungkin demi mengumpulkan pahala. Semoga.
Teringat sebuah puisi karya Taufik Ismail, puisi itu berjudul “Setiap Habis Ramadhan”, yang dilagukan oleh Bimbo. Syairnya begitu syarat makna dan mendalam. Inilah bait-bait puisi beliau: Setiap habis rama­dhan/ hamba rindu lagi ramadhan/ Saat-saat padat beribadah/ tak terhingga nilai mahalnya/ setiap habis ramadhan/ hamba cemas kalau tak sampai/ umur hamba di tahun depan/ berilah hamba kesempatan/ Setiap habis Ramadhan Rindu hamba tak pernah menghilang Mohon tambah umur setahun lagi Berilah hamba kesempatan/Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan/ Sekeluarga, sekampung, senegara Kaum muslimin dan muslimat se dunia/Seluruhnya kumpul di persatukan Dalam memohon ridho-Nya.
Tidak  terasa bulan Ramadhan udah berada di akhir perjalanannya. Sepertinya baru kemarin kita bergembira dengan datangnya Ramadhan. kemarin kita mengawali indahnya sahur dan buka pertama dalam puasa kita. kemarin pula kita sama-sama ikutan tarawih pertama berjamaah di masjid. Begitulah. Waktu memang berjalan tanpa kom­promi. Meninggalkan kita.
Kita pantas merenung. Di sepuluh hari terakhir yang tersisa di bulan Ramadhan ini, apa yang akan kita lakukan? Menghitung hari seperti kemarin dengan tanpa ada aktivitas amal sholeh? Atau sekadar mengisinya dengan hal-hal yang amat jauh dari nilai-nilai Islam? Rasanya, kita semua udah pada tahu, apa yang harus kita lakukan. Tapi celakanya, kita juga seringkali lalai dengan apa yang seharusnya kita lakukan.

Senang, sedih, dan cemas jadi satu 

Setiap habis Ramadhan, ada perasaan Senang, sedih, cemas yang muncul di hati kita. Bercampur jadi satu.
Perasaan senang muncul karena setidak­nya kita merasa berhasil telah lolos dari medan ujian yang berat sebagai pemenang. Benar-benar sangat berat. Sebab, selain harus mena­han diri dari rasa lapar yang mengiris-ngiris lambung kita, selain harus menahan haus yang terasa mengeringkan kerongkongan kita, juga kita dituntut oleh Allah Swt. untuk mengen­dalikan hawa nafsu kita. Tujuannya, agar puasa kita juga dibarengi dengan tambahan pahala yang lain dari Allah Swt.
Perasaan sedih juga muncul dari kita. Kenapa sedih dengan berakhirnya Ramadhan? Karena kita kehilangan kesempatan emas untuk menanam pahala di bulan tersebut. Sedih rasanya merasakan perpisahan dengan bulan yang telah dimuliakan Allah sebagai tempat untuk ‘menimbun’ pahala. Lebih sedih lagi kalo kita sampe tak mendapat apa-apa di bulan Ramadhan ini, kecuali rasa lapar dan haus. Atau lebih rugi lagi adalah nggak dapat apa-apa. Termasuk nggak dapat pahala puasa karena memang nggak puasa. Duh, rugi berat deh.
Rasa cemas juga kerap muncul dari kita. Khususnya bagi kita-kita yang memang telah mengisi Ramadhan tahun ini dengan segala aktivitas amal sholeh kita. Sehingga setiap habis Ramadhan, yang dirindukan adalah kembali bisa menikmati Ramadhan di tahun depan. Namun, ada kecemasan yang menggunung manakala menyadari dan khawatir jika usia kita nggak sampe di Ramadhan berikutnya. Harapan dan kecemasan bercampur jadi satu. Sampe kita sendiri nggak tahu, apa sebetulnya yang kita inginkan. Sebab, antara harapan dan kece­masan kelihatannya saling melengkapi. Setiap kali kita berharap, selalu saja ada kecemasan, meski sekecil apapun rasa cemas itu.
Perasaan-perasan tadi muncul secara wajar dalam diri kita. Alhamdulillah, semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Tapi jika sebaliknya, jika kita tak pernah merasa senang, sedih, apalagi cemas dengan habisnya Ramadhan ini, sepantesnya kita mulai mengukur diri . Sudah seberapa pan­tas menjadi seorang muslim. Dan itu berarti pula kita adalah termasuk manusia tidak peduli dengan masa depan kita sendiri. Sungguh keras hati kita jika tak pernah ada ungkapan dari perasaan hati kita ini. Meski cuma diungkapkan setitik saja. Ah, rasanya kita pantas untuk ‘dimurkai’ Allah. Naudzubillahi min dzalik!
Kita seharusnya malu sama Allah. Pantas ‘berhutang’ kepada Allah. Betapa banyak rizki dari Allah yang telah kita makan. Betapa banyak nikmat Allah yang telah kita rasakan. Betapa tak ternilai harganya ketika Allah menjadikan kita sebagai seorang muslim. Sebab, menjadi muslim, adalah petun­juk dari Allah. Itu adalah hidayah-Nya. Dan itu tak semudah membalikkan telapan tangan.
Sa’ad bin Abi Waqqash, salah seorang sahabat Rasulullah, begitu berat menghadapi kenyataan ketika beliau menjadi muslim. Sang ibu melakukan protes keras dengan mengancam akan melakukan mogok makan sampe tun­tutannya agar Sa’ad kembali ke agama nenek moyangnya dipenuhi Sa’ad. Tapi Sa’ad tak mudah untuk tergoda lagi. Berat bukan? Begitupun dengan Amr bin Yassir, yang harus rela melihat dengan mata-kepalanya sendiri orangtuanya menemui ajal di tangan orang-orang kafir Quraisy karena mempertahankan keyakinan mereka tentang Islam. Begitu pula, pernahkah kamu membayangkan bagaimana menderitanya Salman al-Farisi yang berusaha mencari kebenaran. Sempat pindah-pindah keyakinan sebelum akhirnya istiqomah dengan Islam. Saking istiqomahnya dengan Islam, beliau rela hidup menderita untuk membela Islam.
Wajar kan, jika nilai keimanan beliau-beliau boleh dibilang sangat mahal ketika ‘membelinya’. Amat beda dengan kita yang langsung instan. Karena memang lahir dan dididik di lingkungan keluarga muslim. Tapi walau bagaimanapun juga, ini merupakan hidayah dari Allah Swt. juga. Tinggal bagaimana kita mensyukuri­nya. Salah satunya adalah dengan taat terha­dap apa yang diturunkan Allah Swt. kepada kita. Wajib tunduk dan patuh terhadap perintahNya. 


Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang mendapat berkah, rahmat, dan ampunan. Dan senantiasa memohon kepada Allah agar kita digolongkan kepada orang-orang yang berjuang demi tegaknya syariat Islam di muka bumi ini.. Semoga Allah Swt. memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu Ramadhan di tahun depan.

Senin, 06 Februari 2012

Kasih sayang seorang IBU dan BALASANNYA


Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.


JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Kasih Sejati Seorang Ibu

 Di sebuah rumah sakit bersalin, seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya. "Bisa saya melihat bayi saya?" pinta ibu yang baru melahirkan itu penuh rona kebahagiaan di wajahnya. Namun, ketika gendongan berpindah tangan dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, si ibu terlihat menahan napasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit, tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Bayi yang digendongnya ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget, si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang.
Waktu membuktikan, bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Ibu itu pun ikut berurai air mata. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak, anak itu bercerita, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Begitulah, meski tumbuh dengan kekurangan, anak lelaki itu kini telah dewasa. Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya, meski punya kekurangan, ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas. Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan menulis. Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik.

Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia," kata si ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Ia pun seperti terlahir kembali. Wajahnya yang tampan, ditambah kini ia sudah punya daun telinga, membuat ia semakin terlihat menawan. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.
Beberapa waktu kemudian, ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia lantas menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya."
Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari, tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi. Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik si ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, ‘kan?"
Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah tangisnya. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini.


Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun ada di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat. Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya. Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati, di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun.
Dalam cerita di atas, cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan. Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni. Karena itu, sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan jasa seorang ibu. Sebab, apa pun yang telah kita lakukan, pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang.
Mari, jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan. Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada para ibu, kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan.( Andri Wongso)

Sabtu, 14 Januari 2012

Sajian untuk IMLEK


Tahun baru Cina (IMLEK) dalam hitungan hari akan segera dirayakan. Untuk tahun 2012 ini, masyarakat Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek yang jatuh tepat pada tanggal 23 Januari 2012 nanti. Tahun baru China atau Imlek merupakan salah satu dari tiga moment penting dalam tanggalan kalender China selain Festival Kue Bulan dan Festival Perahu Naga.Tradisi memperingati Tahun Baru Imlek ini telah berlangsung sejak ratusan tahun silam, yang mana perayaan ini dirayakan untuk menyambut musim semi dan sebagai wujud rasa syukur dan juga harapan agar mendapatkan rejeki yang melimpah di tahun depan.

Kue Keranjang ( Nian Gao )
 Dalam memperingati Tahun Baru Imlek, salah satu jenis kue yang wajib ada saat imlek adalah kue keranjang atau yang dikenal juga dengan nama Nian Gao. Kue ini dibuat dari adonan tepung ketan dan gula, kadang-kadang ditambahkan sedikit terigu dan pewarna serta perasa.Karena itu jenisnya sangat beragam. Adonan ini ada yang dicetak dengan bentuk ikan yang melambangkan keberuntungan atau bunga yang mekar. Nian Gao bentuk ikan banyak ditemui di kawasan Asia (Singapura dan Malaysia). Sedangkan di Indonesia, lebih banyak dalam bentuk bundar karena dicetak dengan keranjang dan memakai pembungkus daun pisang atau plastik.
Kue keranjang wajib ada saat tahun baru Imlek bukan tanpa alasan. Nian Gao, terdiri dari kata 'Nian' yang berarti tahun dan 'Gao' yang berarti kata kue dan juga terdengar seperti kata tinggi. Oleh sebab itu kue ini melambangkan sesuatu yang lebih tinggi yang akan dicapai di tahun baru.Dulu, banyaknya atau semakin tinggi susunan kue keranjang menandakan kemakmuran si pemilik rumah. Umumnya kue keranjang disusun dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok. Salah satu tempat pengrajin kue keranjang ini adalah pabrikan kue keranjang dan dodol nyonya Lauw yang terletak di daerahTangerang.

Selain kue keranjang, terdapat pula kue lain yang mengisi hidangan di hari spesial ini, yaitu Spekkoek. Spekkoek atau lapis legit adalah dalah satu jenis kue kuno yang  terbuat dari adonan tepung terigu, mentega dan telur. Berwarna kuning, berlapis-lapis dengan garis-garis cokelat halus.Biasanya kue satu ini selalu ada saat acara perayaan Lebaran, Natal, bahkan saat perayaan Imlek tiba. Kue yang bertekstur lembut ini, tak hanya enak, tapi juga memiliki makna yang unik. Terdapat beberasa rasa dari spekkoek ini, seperti rasa pandan, cokelat, keju dan diberi lapisan buah prune kering yang tak kalah enak.Menurut warga Tionghoa, kue lapis legit (spekkoek), memiliki  lambang datangnya rejeki yang berlapis - lapis dan saling tumpang tindih di tahun yang akan datang. Dengan harapan kehidupan yang lebih manis dan legit lagi, di tahun berikutnya. Lapisan kue ini bisa mencapai 15-17 lapisan. 

Selain hidangan yang berupa kue, Yang juga tak boleh ketinggalan dalam merayakan Imlek ini adalah kehadiran Yu Sheng. Yu Sheng yang berasal dari kata 'Yu' yang berarti ikan dan 'Sheng' berarti mentah. Sehingga Yu Sheng dapat diartikan sebagai salad berwarna-warni yang disajikan bersama ikan mentah.Saladnya sendiri terdiri dari 17 macam racikan bahan-bahan diantaranya irisan wortel, lobak, jahe merah, kulit pangsit, kulit jeruk, jamur enoki, dll. Sedangkan iseafood yang wajib ada dapat berupa tuna, salmon, serta ubur-ubur atau jelly fish.
Tujuan menyantapYu Sheng adalah kebersamaan karena hidangan ini disajikan dalam 1 piring besar untuk disantap sekitar 6 -10 orang. Racikan salad yang muncul sekali dalam setahun ini dipercaya masyarakat Tionghoa sebagai membawa hoki. Selamat mencoba!

Template by : kendhin x-template.blogspot.com