Kamis, 08 Desember 2011

Bisnis Tanpa Modal ( Tupperware )

 Bisnis Tanpa Modal.Bisnis ini merupakan  bisnis sampingan yang sesuai untuk Anda, para ibu rumah tangga, salah satu diantaranya adalah menjadi dealer/distributor suatu produk barang tertentu. Berbicara mengenai kebutuhan rumah tangga, pasti tidak akan lepas dari wadah atau tempat-tempat penyimpanan makanan. Salah satu produk yang mampu mengakomodasi hal tersebut dengan baik adalah Tupperware. Tupperware merupakan perusahaan internasional yang berpusat di Orlando, Florida Amerika Serikat, didirikan oleh Mr. Earl Tupper, seorang ahli kimia dari Amerika Serikat, pada tahun 1938. Produk-produk Tupperware memiliki kelebihan utama pada Seal atau tutupnya yang cukup rapat, desainnya yang catchy, bahannya yang ramah lingkungan mengikuti standar FDA (Food and Drugs Administration) serta adanya garansi seumur hidup (Life Time Waranty). Dengan spesifikasi tersebut, Tupperware memiliki pangsa pasar tersendiri, terutama di kalangan ibu-ibu rumah tangga, anak-anak serta wanita karir. Dengan begitu Anda, para ibu rumah tangga, dapat memiliki penghasilan sampingan yang menjanjikan dari lingkungan komunitas Anda. Bagaimana memulainya? Berapa modal yang harus Anda keluarkan? berikut ini adalah Tips sukses memulai Bisnis Tanpa modal tersebut:
1.      Menjadi Member.
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menjadi member Tupperware. Dengan menjadi member Anda memiliki banyak keuntungan, diantaranya adalah update info produk terbaru, bonus penjualan, discount spesial serta kemungkinan jenjang karir. Yang perlu anda lakukan hanyalah mendaftarkan diri pada distributor atau dealer tupperware yang ada di daerah Anda, kemudian Anda cukup menyelenggarakan Announcement Party dengan penjualan mencapai senilai Rp. 750.000,- maka Anda akan mendapatkan Kit Bag untuk memulai usaha Anda secara gratis. Cukup mudah bukan?
2.      Memahami Produk.
Sebagai seorang dealer, sangat disarankan untuk mempelajari dan memahami produk yang Anda akan tawarkan, termasuk jenis dan harganya, serta mekanisme penggunaan dan perawatannya. Anda juga perlu memahami bahwa Anda, sebagai dealer akan memberikan garansi kerusakan produk seumur hidup kepada customer (tupperware lifetime waranty), kecuali untuk kerusakan-kerusakan yang disebabkan karena kesalahan pemeliharaan seperti pecah karena pukulan, bekas gigitan, tersayat pisau, melengkung karena panas. Hal ini akan menguntungkan customer Anda.
3.      Direct Selling.
Anda dapat memulainya dari lingkungan terdekat Anda, seperti keluarga, teman dan tetangga. Anda bisa terlebih dahulu menghubungi mereka untuk membuat janji pertemuan, bawahlah serta katalog dan barang produk tupperware ketika berkunjung.
4.      Melakukan Tupperware Home Party.
Tupperware Home Party merupakan salah satu cara yang disediakan Tupperawe untuk memudahkan Anda menjual produk Anda yaitu melalui penjualan dengan cara peragaan dari rumah-ke-rumah. Anda cukup menyampaikan undangan kepada kolega-kolega Anda untuk datang pada acara tersebut di rumah Anda. Cara ini sangat efektif. Metode ini pertama diperkenalkan oleh seorang wanita bernama Brownie Wise pada tahun 1951. Sehingga sejak saat itu, Tupperware secara resmi menarik semua produknya dari toko dan hanya dijual melalui sistem home party.
5.      Melakukan Home Party ‘Nyonya Rumah’.
Metode ini merupakan pengembangan dari Tupperware home Party. Dengan metode ini, Anda memberikan kesempatan pada kolega Anda untuk menjadi tuan rumah penyelenggara Tupperware Home Party, di mana tuan rumah akan memperoleh keuntungan berupa Party Gift.
6.      Money Management.
 Inilah yang dimaksud bisnis tanpa modal. Karena pada bisnis tupperware ini, selain Anda tidak dikenakan biaya pendaftaran member, pembayaran barang Anda kepada distributor pun dapat Anda lakukan setelah customer melakukan pembayaran (setelah barang Anda laku). Tempatkan uang pribadi dengan uang hasil bisnis tupperware secara terpisah. Simpan semua pembayaran pada accounts khusus untuk tupperware.

Di Rawagede, Pemerintah Belanda Minta Maaf

TEMPO.CO, Karawang - Pemerintah Belanda hari ini secara resmi meminta maaf kepada korban pembantaian di Rawagede, Karawang, Jawa Barat. Lewat Duta Besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd De Zwaan, pemerintah Belanda meminta maaf atas operasi militer yang terjadi 9 Desember 1947 di Desa Balong Sari, Kecamatan Rawamerta, Karawang itu.

"Sehubungan dengan hal itu, saya atas nama pemerintah Belanda minta maaf pada tragedi 9 Desember 1947," kata De Zwaan di depan Monumen Perjuangan Rawagede, 9 Desember 2011.

De Zwaan berdiri di podium sebagai perwakilan pemerintah Belanda yang harus mematuhi keputusan Pengadilan Sipil Den Haag pada 21 September 2011. Pengadilan mewajibkan pemerintah Belanda untuk meminta maaf dan memberi kompensasi terhadap sembilan korban Rawagede, delapan janda, dan satu korban luka tembak.

Permintaan maaf, kata De Zwaan, bukan hanya mewakili pemerintah Belanda, tetapi juga seluruh rakyat Belanda kepada warga Rawagede. Sehingga ke depannya, hubungan dua negara menjadi lebih baik.

Pengacara korban, Liesbeth Zegveld dari Biro Hukum Bohler, menuturkan bahwa permintaan maaf tidak hanya untuk janda, melainkan untuk seluruh warga Rawagede. "Tidak ada kata terlambat untuk minta maaf," ujar dia.

Maaf memang tidak akan bisa menghapus semua luka dan derita. "Maaf sangat berarti, tidak hanya bagi saya sebagai pengacara, tetapi juga sebagai warga negara Belanda," ujar perempuan berambut pirang tersebut.

Cawi (90 tahun) mengaku sudah bisa memaafkan kejadian dinihari 64 tahun lalu. "Biarin dulu mah dulu, sekarang mah sekarang," kata dia terkekeh. Sehingga bagi mereka diberi uang pun sudah terima kasih.

Perasaan menerima juga dirasakan Wanti binti Sariman. Baginya kejadian 64 tahun lalu sudah saatnya dimaafkan. Apalagi mereka sudah sepuh dan tinggal menikmati hari tua.

Rawagede menjadi saksi permintaan maaf dan pengakuan pertama pemerintah Belanda terhadap operasi militernya di Indonesia. Di sini, 483 orang Indonesia meninggal akibat serangan pasukan Belanda pada 9 Desember 1947.

DIANING SARI

Sabtu, 24 September 2011

BISNIS SEO

Bisnis Seo merupakan bisnis yang sangat populer di dunia online. Bahkan, SEO telah menjadi sangat populer sehingga namanya sangat identik dengan pencarian di internet.

SEO sendiri dikembangkan oleh semua pengembang website, untuk mengoptimalkan situs situs yang mereka miliki dengan harapan dapat meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan serta dapat menempatkan situs tersebut pada posisi pertama pencarian di mesin pencari.sehingga sangat menjanjikan jika dikelola menjadi sebuah bisnis.Sesuai dengan etika mesin pencarian yang berlaku, website harus menggunakan teknik optimasi yang wajar karena jika tidak, bukannya situs tersebut makin populer di mesin pencari  malah sebaliknya semakin ditinggalkan karena tidak sesuai dengan apa yang dicari.

SEO berkembang sangat pesat seiring pertumbuhan web yang semakin meningkat, sehingga sebuah situs wajib berusaha keras agar alamatnya dapat ditemukan oleh pengunjung di dunia di antara ratusan jutaan situs lain yang menjadi kompetitornya.sehingga dapat dijadikan sebuah bisnis seo

.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com